berita

Berita PUPR > Lokakarya Virtual Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Indonesia Karya Anak Bangsa


Thursday, 24 Sep 2020, Dilihat 116 kali

Lokakarya Virtual Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Indonesia Karya Anak Bangsa
 

Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) Kementerian PUPR bekerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahun Indonesia (AIPI) mengadakan Lokakarya Virtual Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Indonesia Karya Anak Bangsa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 24 September melalui aplikasi Zoom Meetings dan Youtube Livestream. Kegiatan yang dihadiri oleh 1383 peserta dibuka oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Di dalam pembukaannya Menteri PUPR mengatakan bahwa lokakarya sebagai ajang untuk saling berbagi dan bertukar ilmu pengetahuan dan pengalaman kerekayasaan. “Lokakarya ini menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus mengapresiasi karya dan capaian anak bangsa di bidang konstruksi tahan gempa dan mitigasi bencana. Potensi gempa bila tidak diantisipasi secara memadai dengan pengetahuan yang mumpuni akan menimbulkan kerusakan secara langsung terhadap infrastruktur serta menimbulkan resiko yang tinggi bagi masyarakat.”

Para akademisi, peneliti, praktisi dari berbagai instansi banyak menghasilkan teknologi konstruksi bangunan tahan gempa dan teknologi mitigasi bencana. Teknologi tersebut sudah digunakan pada infrastruktur skala kecil, menengah, dan megastruktur contohnya Jembatan Bentang Panjang, bendungan, dan gedung – gedung pencakar langit. Namun masyarakat dan unit usaha masih banyak yang belum mengetahui. Pelaksanaan lokakarya salah satunya bertujuan untuk memperluas informasi teknologi kepada masyarakat dan pihak terkait.

Pembangunan infrastruktur merupakan lanjutan program Nawacita pemerintah Joko Widodo yang telah dimulai pada periode 2014 – 2019. Kementerian PUPR telah membangun infrastruktur skala besar seperti 60 bendungan, 60.000 meter Jembatan Bentang Panjang, 2500 kilometer jalan serta infrastruktur lainnya.

Di dalam rangka menyiapkan kesiapsiagaan bencana gempa bumi, Kementerian PUPR bersama para pakar kegempaan dari berbagai latar belakang disiplin ilmu telah menerbitkan peta sumber dan bahaya gempa Indonesia tahun 2017 yang merupakan pemutakhiran peta gempa Indonesia tahun 2010. Peta tersebut menjadi acuan standar dalam perencanaan bangunan dan infrastruktur tahan gempa. Pengetahun kegempaan sangat dibantu dengan Pusat Studi Gempa Nasional dengan  tugas utama yaitu pemutakhiran peta sumber dan bahaya gempa nasional secara berkala, survey dan analisis kegempaan kerusakan pasca terjadinya gempa berusaha serta memberikan rekomendasi, sosialisasi mengenai sumber dan bahaya resiko gempa Indonesia. “Selain itu pusgen memiliki tugas tambahan yaitu menyusun peta ground motion Indonesia serta mengembangkan kurva kerentanan bangunan untuk dapat menghasilkan peta resiko gempa yang lebih baik,” kata Menteri PUPR.

Terdapat delapan materi yang disampaikan oleh para narasumber yang ahli di bidangnya yaitu (1) Penguatan Sistem Monitoring dan Prosesing Gempa di Indonesia oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, (2) Metoda Perbaikan Tanah Terkini untuk Berbagai Proyek Infrastruktur Utama di Indonesia oleh Masyhur Irsyam, (3) Teknologi Jembatan Tahan Gempa dan Jembatan Bentang Panjang oleh Iswandi Imran, (4) Jembatan Lengkung Bentang Panjang  oleh Arvilla Delitriana, (5) Perkembangan Teknik dan Metoda Uji untuk Kelaikan-Fungsi Jembatan Bentang Panjang oleh Bambang Suhendro, (6) Disain Bangunan Tertinggi Tahan Gempa di Indonesia Saat Ini oleh Indra Djati Sidi (7) Teknologi Base Isolation Untuk Bangunan Tinggi Dan Bangunan Ekstra Tinggi oleh Davy Sukamta, (8) Bangunan Gedung Tahan Gempa Berkinerja Tinggi Dengan Sistem Pracetak Menggunakan Sambungan Pascatarik Tanpa Lekatan dan Pendisipasi Lokal oleh Lutfi Faizal dari Kementerian PUPR.

Lokakarya Virtual Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Indonesia Karya Anak Bangsa dapat disaksikan melalui link https://youtu.be/UXQsSoz5m4U