berita

Berita PUPR > Webinar Mitigasi Gempa Kawasan Perkotaan Melalui Mikrozonasi


Tuesday, 10 Nov 2020, Dilihat 90 kali

Webinar Mitigasi Gempa Kawasan Perkotaan Melalui Mikrozonasi
 

PuSGeN Kementerian PUPR mengadakan Webinar Mitigasi Gempa Kawasan Perkotaan Melalui Mikrozonasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 9 November 2020 melalui aplikasi Zoom dan Youtube Live. Webinar dihadiri oleh 1330 peserta dari berbagai kalangan diantaranya akademisi perguruan tinggi, instansi pemerintah daerah, asosiasi profesi, hingga konsultan kontraktor. Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Dian Irawati membuka kegiatan.

Pada tahun 2018, Indonesia mengalami banyak korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa yang terjadi di Lombok dan Palu. Selanjutnya pada tahun 2019 terdapat beberapa gempa dengan kekuatan cukup besar melanda Halmahera Selatan, Pandeglang dan Ambon. Kejadian gempa menyebabkan kerugian yang sangat besar. “Kementerian PUPR menaruh perhatian yang sangat besar terhadap kegiatan mitigasi bencana gempa. Perlu perencanaan yang baik agar tercipta infrastruktur yang aman terhadap bencana sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku, salah satunya melalui mikrozonasi,” kata Direktur saat menyampaikan sambutan.

“Wilayah kota-kota di Indonesia yang terletak pada zona dengan seismisitas tinggi atau di dekat jalur sesar-aktif gempa terhitung banyak. Oleh karena itu mikrozonasi gempa perlu dilakukan secara komprehensif dalam skala nasional,” tambah Dian Irawati.

Kegiatan mikrozonasi meliputi pemetaan dan analisis detil sesar aktif, pemasangan jaringan sensor lebih rapat untuk mikro-monitoring aktifitas gempa, karakterisasi site hasil pengujian tanah, mikrozonasi seismic-hazard analisis dengan memperhitungkan amplifikasi akibat pengaruh kondisi tanah lokal, serta mikrozonasi potensi likuifaksi. Selain aspek sumber bahaya, juga diperlukan asesmen kondisi struktur bangunan setempat untuk mengetahui kerentanan bangunan guna memetakan risiko gempa yang meliputi tingkat kerusakan dan distribusinya, korban jiwa, serta kerugian material.

Output dari Mikrozonasi adalah berupa kajian, peta, dan berbagai informasi detil potensi bahaya dan risiko gempa yang sangat diperlukan sebagai masukan untuk para otoritas pusat dan lokal dalam perencanaan tata ruang, para praktisi professional dalam perancangan awal struktur dan infrastruktur tahah gempa, prioritas mitigasi gempa, serta emergency contingency plan. Oleh karena itu diperlukan panduan/petunjuk teknis atau SNI untuk pekerjaan mikrozonasi gempa di kawasan perkotaan agar kita memiliki acuan bersama yang seragam dan berkualitas.

Selengkapnya dapat ditonton melalui link https://youtu.be/fIiZai-sjQE