berita

Berita PUPR > LVL Teknologi kayu olahan


Thursday, 30 Jun 2016, Dilihat 177 kali

LVL Teknologi kayu olahan
 

Pada prinsipnya, Penggunaan kayu pada bangunan saat ini masih mengandalkan pada kayu-kayu hutan alam sehingga banyak hutan alam yang mengalami kerusakan. Eksploitasi hutan belum dapat diimbangi dengan penanaman kembali hutan tersebut. Diperlukan alternatif lain dari pemanfaatan kayu hutan alam sebagai bahan bangunan.

Di negara luar, bahan bangunan kayu sudah banyak berasal dari kayu hutan industri yang berumur 10 – 30 th bukan lagi berasal dari hutan alam sehingga proses penanaman kembali hutan dapat dilakukan untuk menyeimbangi. Di Indonesia, teknologi ini belum dikembangkan sedangkan di luar negeri teknologi ini dilakukan dengan cara fabrikasi/pracetak maupun cast in site. Prospek teknologi LVL  (Laminated Veneer Lumber) ini diharapkan akan berkembang di Indonesia.

Dengan demikian melalui pengembangan hutan produksi dengan memanfaatkan jenis-jenis kayu cepat tumbuh merupakan potensi yang sampai saat ini belum banyak disentuh di dunia konstruksi di Indonesia. Kayu cepat tumbuh yang diolah menjadi kayu lapis, balok lapis memiliki performance yang cukup baik dan dapat bersaing dengan jenis-jenis kayu berkualitas lainnya. Namun demikian agar pemanfaatannya optimal maka komponen-komponen bangunan harus diproduksi secara pabrikasi. Sifat pabrikasi mengarahkan teknologi ini ke arah teknologi knock down.

 

 Proses Pembuatan

Kayu kualitas rendah atau kurang dari itu bisa menjadi bahan bangunan yang berkualitas tinggi melalui proses laminasi dengan tahap sebagai berikut :

  1. kayu diawetkan dengan menggunakan bahan kimia ramah lingkungan melalui perendaman atau pemompaan.
  2. kemudian dikeringkan dalam rangka pengawetan dan penguatan
  3. kayu dilem saling silang membujur dan melintang untuk mendapatkan kekuatan sesuai ketebalan yang diperlukan
  4. kayu dipres menggunakan alat dalam keadaan dingin atau panas.

 

 

Keunggulan dan Kelemahan

  1. Eco settlement / Suistanable settlement
  2. Merupakan teknologi bahan bangunan ramah lingkungan
  3. Proses produk kayu olahan ini memerlukan energi yang kecil dan menghasilkan CO2 kecil.
  4. Mendukung program Green Building untuk menghadapi Global Warming
  5. Pemanfaatan bangunan yang berasal dari kayu akan menghemat penggunaan AC karena kayu dapat mengatasi perubahan suhu yang ekstrim
  6. Harga perkubik kayu olahan $ 450 sedangkan harga perkubik kayu alam sudah mencapai 5 sd 7 juta. Sehingga dapat disimpulkan kayu olahan ini lebih murah daripada kayu hutan alam
  7. Kendala saat ini bahan perekat masih impor

 

Penggunaan  Teknologi

Saat ini Sistem LVL Sudah diterapkan di lapangan berupa model bangunan (Mock Up) di Sumatera barat sebanyak 5 buah dan di Yogyakarta sebanyak 5 buah. Pengguna belum dapat membedakan rasanya tinggal di rumah beton dengan rumah olahan LVL ini. Mereka mengatakan sama saja.

 

Kriteria Desain Teknologi kayu olahan LVL ”Laminated Veneer Lumber

Kayu solid biasa, sambungan kayu menggunakan teknik : tumit, hak, pelat besi, dipasak. Sistem bangunan yang menggunakan teknologi kayu olahan LVL ”Laminated Veneer Lumberbekerja sebagai komponen struktural dan arsitektural.

 

Biaya Investasi, Operasi dan Pemeliharaan

Di tahun 2009, tinjauan ekonomi untuk penggunaan kayu olahan LVL ”Laminated Veneer Lumber sedang dikaji lebih jauh.