berita

Berita PUPR > The 3rd International Seminar on Tropical Eco Settlements Urban Deprivation A Challenge to Sustainable Urban Settlements


Thursday, 30 Jun 2016, Dilihat 205 kali

The 3rd International Seminar on Tropical Eco Settlements Urban Deprivation  A Challenge to Sustainable Urban Settlements
 

UN Habitat (2008) memperkirakan bahwa pada tahun 2030, populasi di negara-negara berkembang yang letaknya paling banyak di daerah tropis, akan terkonsentrasi di daerah perkotaan. Banyaknya urbanisasi menyebabkan keterbatasan akses ke berbagai fasilitas perkotaan, seperti  sanitasi, transportasi, dan atau rumah permanen.  Secara umum urbanisasi pada saat ini mengakibatkan degradasi lingkungan yang parah di daerah perkotaan, khususnya di kota-kota besar dan sekitarnya.

Munculnya deprivasi perkotaan menjadi target untuk mengurangi ketidakseimbangan mendapatkan fasilitas kota. Usaha mengurangi kesenjangan di perkotaan dibicarakan secara terus menerus untuk kepentingan pembangunan yang berkelanjutan. Pelayanan publik seharusnya tidak mendiskriminasi warga kota yang miskin karena mereka telah menjadi  bagian dari kota-kota besar di belahan dunia. Sebagian besar warga kota menjadi miskin karena keterbatasan pemerintah  kota untuk memenuhi kebutuhan warganya.


Sehubungan dengan fenomena tersebut, Pusat Litbang Permukiman, Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum menyelenggarakan The 3rd International Seminar on Tropical Eco-Settlements, dengan tema : Urban Deprivation : A Challenge to Sustainable Urban Settlements. Gagasan deprivasi perkotaan merujuk pada masalah perkotaan secara kumulatif. Kompleksitas dari keadaan sosial, ekonomi dan politik dapat mencirikan masalah multidimensi deprivasi yang cenderung mencerminkan pola pembangunan yang tidak merata. Selanjutnya hal yang paling parah yang terdeprivasi akan terkonsentrasi dalam lingkungan perkotaan.


Seminar Series on Tropical Eco-Settlements ini merupakan seminar yang  dilaksanakan oleh Pusat Litbang Permukiman secara periodik dua tahun sekali sejak tahun 2006. Dalam konteks seminar ini, Tropical Eco-Settlement didefinisikan sebagai konsep permukiman dengan mengharmonisasikan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi untuk membangun ekosistem tropis yang berkelanjutan. Pada Seminar pertama telah dibahas mengenai perubahan iklim global dan kenaikan suhu yang kini menjadi kesadaran dunia dan diakui secara luas karena mempengaruhi kehidupan makhluk hidup. Pada Seminar kedua telah dibahas mengenai upaya mewujudkan permukiman perkotaan berkelanjutan melalui perencanaan dan perancangan infrastruktur perkotaan hijau, ekologi dalam gaya hidup perkotaan hijau dan keterpaduan sistem sanitasi perkotaan hijau. Pada Seminar ketiga membahas mengenai  Urban Deprivation : A Challenge to Sustainable Urban Settlements, dengan 3 tema bahasan :


  • Pendekatan dalam perencanaan dan disain perkotaan yang berkelanjutan
  • Penekanan ekologi untuk bangunan yang berwawasan hijau, dan
  • Aksesibilitas infrastruktur perkotaan


Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Ekonomi dan Investasi secara resmi membuka seminar yang dilaksanakan di Grand Sahid Jaya Hotel Jl. Jenderal Sudirman No. 86 Jakarta. Peserta terdiri dari para praktisi dan akademisi antara lain dari Thailand, Jepang, Finlandia dan Indonesia. Acara dibagi dalam 4 (empat) sesi. Sesi pertama adalah paparan  5 (lima) sambutan kunci yang disampaikan oleh para ahli : Bapak Imam S. Ernawi-Direktorat Jenderal Tata Ruang-Kementerian Pekerjaan Umum, Bapak Dedy Supriadi Priatna-BAPPENAS, Mr. George Soraya-World Bank, Ms. Natalja Wehmer-UN-ESCAP dan Mr. Pasi Lehmusluoto-University of Helsinki-Finlandia. Tiga sesi berikutnya secara paralel  mendiskusikan 35 makalah mengenai berbagai pandangan dan pengalaman dari daerah tropis dan non tropis, terkait isu-isu, best practices, dan kebijakan penanganan infrastruktur perkotaan.