berita

Berita PUPR > Kota Pekalongan Contoh Pembangunan Berbasis Teknologi


Friday, 01 Jul 2016, Dilihat 151 kali

Kota Pekalongan Contoh Pembangunan Berbasis Teknologi
 

Pekalongan-LITBANG.pu.go.id, Membangun untuk kepentingan rakyat dan bukan proyek. Slogan ini menjadi acuan pembangunan yang dilakukan oleh kota Pekalongan. Agar pembangunan dapat efektif dan efisien, maka perlu ada kerjasama dengan mitra yang kompoten. Salah satu diantaranya adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum.

Penandatanganan kerjasama antara Badan Litbang PU dengan Pemerintah Kota Pekalongan, dilaksanakan hari ini (12/08), di Pekalongan, Jawa Tengah. Kesepakatan Bersama ditanda tangani oleh Walikota Pekalongan Basyir Ahmad dan Kepala Badan Litbang PU Waskito Pandu, dan dihadiri oleh Para Kepala Pusat Litbang PU. Kerjasama akan berlaku selama tiga tahun ke depan, meliputi bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, dan permukiman.

Walikota Pekalongan dalam sambutannya, berharap agar dengan kerjsama yang tepat bersama Badan Litbang PU akan menghasilkan penanganan infrastruktur yang lebih baik di kota batik ini. “Saat ini eranya anggaran belanja daerah lebih besar dibandingkan APBN. Namun yang sangat disayangkan pemanfaatannya masih kurang tepat, terutama untuk infrastruktur,” ujar Basyir Ahmad.

Menurutnya, pembangunan rakyat hanya memfokuskan pada pendidikan dan kesehatan. Sementara jalan banyak berlubang, limbah dan banjir. “Padahal kalau jalan jelek mana mungkin orang sehat. Untuk itu, kami berharap dari Balitbang bisa memberikan masukan dan penerapan teknologi apa yang tepat bagi kota Pekalongan,”tegasnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa program yang dicanangkan bukanlah bersifat proyek tetapi jangka panjang. Makanya dibutuhkan mitra yang tepat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Kehadiran kantor Riset dan Inovasi di kota Pekalongan kiranya dapat diwarnai juga oleh teknologi dari Badan Litbang. “Kerjasama ini bukan punya Pemkot tetapi punya rakyat,”tegas Basyir.

Oleh karenanya penandatangan kesepakatan bersama yang sekaligus dilanjutkan dengan perjanjian kerjasama antara Pusat Litbang dengan mitra terkait di Pemkot Pekalongan akan meliputi berbagai bidang. Yakni, penanganan banjir rob, abrasi pantai, analisa rekayasa lalu lintas jalan, dan penanganan penutupan lobang jalan dengan cepat. Selain itu, Pekalongan yang sangat dikenal dengan kota Batik juga mempunyai potensi cemaran limbah yang tinggi. Kerjasama ini juga meliputi pola penganan limbah agar tidak merusak lingkungan.

Sementara itu Waskito Pandu menyambut baik uluran tangan Pemkot Pekalongan untuk bekerjasama dengan Badan Litbang. Termasuk menjadikan kota ini sebagai laboratorium uji teknologi hasil Litbang, yang mungkin bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain di Indonesia.

Ketersediaan infrastruktur yang layak di setiap daerah harus didorong agar pemerataan pembangunan bisa terjadi. “Bahkan bila mungkin bisa dikembangkan kerjasama dengan Perguruan Tinggi setempat. Karena mereka mungkin lebih paham dengan potensi local dan dikawinkan dengan teknologi Litbang PU,” jelas Pandu.

Usai penandatanganan, Kepala Badan Litbang PU dan Walikota Pekalongan melakukan peninjauan Pameran Tenologi Propinsi Jawa Tengah yang berlangsung dari tanggal 10-13 Agustus 2014 di Pekalongan, dan demo penutupan lubang jalan dengan menggunakan teknologi tambal cepat mantap oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Balitbang PU.