berita

Berita PUPR > Perhitungan Cepat dan Tepat Tarif Rusun Sewa


Friday, 01 Jul 2016, Dilihat 224 kali

Perhitungan Cepat dan Tepat Tarif Rusun Sewa
 

 

Jakarta, LITBANG.pu.go.id, Bingung menentukan tarif rumah susun sewa yang baru dibangun? Takut kemahalan atau terlalu murah sehingga tidak rusun menjadi tak laku? Tidak usah takut dan ragu. Saat ini Badan Litbang PU melalui unit kerjanya Pusat Litbang Sosial Ekonomi dan Lingkungan, sudah mengembangkan layanan hitung cepat harga rusun tersebut. “Karena pada prinsipnya setiap orang yang menempati rusunawa harus mampu menabung dan rekreasi. Ini sesuai ketentuan aturan Permenakertrans menyangkut Kebutuhan Hidup Layak (KHL),” ungkap Dimas Hastama, peneliti program FAST (Fiscal, Affordability, Service dan Tariff) mewakili rekan-rekannya dalam Temu Ilmiah Sosial Ekonomi dan Lingkungan, di Jakarta (21/08)

Software FAST ®325ini sedang dikembangkan terus oleh Dimas Hastama, Nino dan Ahmad Yusuf yang adalah peneliti dari Puslitbang Sosekling PU. Software ini digunakan untuk menghitung tarif rusun sewa secara cepat dan tepat dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria. Seperti kemampuan fiskal daerah dalam memberikan subsidi, daya jangkau para masyarakat berpenghasilan rendah terhadap tarif (affordability) dan standar minimal kualitas layanan rusun sewa yang dianggap layak (service).

Keunggulan dari software FAST ®325 adalah murah dan hanya memerlukan waktu 10 menit, hasil bisa didapat. Dalam software ini juga mampu menghitung kemapuan layanan bangunan sesuai umur teknis (sinking fund). Untuk mengoperasikannya juga tidak diperlukan kompetesi khusus. “Karena untuk mengoperasikannya sangat mudah dan sudah dibuat sangat simple,” jelas Dimas.

Kehadiran FAST ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi perhitungan rusunawa yang selama ini terlalu lama. Sementara laju peningkatan hunian terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Menurut data, pada tahun 2003, setidaknya terjadi back log hunian sekitar 6 juta unit/tahun. Namun 70% masyarakat di perkotaan belum mampu memiliki rumah karena berpendapatan kurang dari 1,5 juta. Oleh karenanya, kehadiran rusunawa sangat membantu dan memberikan solusi perumahan bagi warga.

Selain beberapa keunggulan tersebut, software FAST ini juga mampu menyajikan setidaknya lima skenario tarif dalam pengambilan keputusan. Mulai dari tarif return of investment (TARI) untuk kalangan menengah, tarif impas operasional (TIO), tarif subsidi sinking fund (TARDI-SF), tarif subsidi operation and maintance (TARDI-OM) bagi pekerja dan tarif subsidi final (TARDINAL) untuk MBR. “Jadi pengambil keputusan mudah mengambil keputusan,” tambah Dimas.

Software ini juga telah disesuaikan dengan profil MBR, karakter local (KHL) dan kondisi lokasi (APBD dan zona lokasi rusun). Ia juga mampu mengatasi konflik kepentingan yang sering terjadi antara Pemda, pengelola rusnawa dan penghuni.
Inovasi yang dihadirkan oleh Badan Litbang ini, sudah digunakan di empat kota besar. Yakni Jakarta, Surabaya, Bogor dan Sidoarjo. Harapannya, software ini bisa dimanfaatkan di semua lokasi rusunawa di Indonesia.